Kondisi perut kembung merupakan kondisi yang sangat tidak mengenakan. Perut serasa penuh, rasa mual, kadang disertai keringat dingin. Kondisi yang demikian tentu membuat kita tidak enak makan. Untuk mengatasi perut kembung ada sedikit tips yang bisa dilakukan. Pertama, olesi bagian perut bagian depan dan belakang menggunakan minyak kampak ataupun freshcare. Kedua, pakailah pakaian hangat dan menggunakan selimut yang tebal sehingga tubuh akan terasa hangat. Ketiga, tidurlah maka esok pagi rasa kembung pada perut akan berkurang bahkan hilang.
Sabtu, 15 Agustus 2015
Senin, 03 Agustus 2015
Sabtu, 01 Agustus 2015
Jumat, 31 Juli 2015
Sebuah Renungan
Catatan Kecil Setelah Benar-Benar Bekerja
Tahukah kamu bahwa masa ketika sekolah apalagi kuliah ternyata merupakan masa yang paling membahagiakan. Bagaimana tidak, kita tinggal sekolah setelah pulang, makan, main, tidur, nonton tv, jalan-jalan, shooping, atau lain-lainnya. Jika kita tidak punya uang kita tinggal minta uang kepada orang tua. Permintaan ini pun dilakukan tanpa kita tahu apakah orang tua sedang punya uang atau tidak. Ketika kita masih kecil dulu kita sering berharap cepat menjadi dewasa dan bekerja. Tanpa tahu kita akan bekerja sebagai apa, menjadi apa, berapa gaji kita, pokoknya bekerja dan punya uang yang banyak.
Setelah dewasa menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan ternyata baru sadar. Sadar bahwa ternyata bekerja itu tidak semudah yang kita tahu. Bahwa uang itu tidak mudah untuk didapatkan. Mungkin kita sudah malu untuk minta uang lagi pada orang tua. Hai anak sekolah, Hai mahasiswa, tahukah kamu aku sangat iri pada kalian, aku iri melihat kalian bercanda tanpa beban. Kadang rasanya ku ingin pergi ke masa lalu. Menikmati masa kecil tanpa berburuk sangka dengan esok hari. Selalu positif thingking memandang hidup.
Tahukah kamu bahwa masa ketika sekolah apalagi kuliah ternyata merupakan masa yang paling membahagiakan. Bagaimana tidak, kita tinggal sekolah setelah pulang, makan, main, tidur, nonton tv, jalan-jalan, shooping, atau lain-lainnya. Jika kita tidak punya uang kita tinggal minta uang kepada orang tua. Permintaan ini pun dilakukan tanpa kita tahu apakah orang tua sedang punya uang atau tidak. Ketika kita masih kecil dulu kita sering berharap cepat menjadi dewasa dan bekerja. Tanpa tahu kita akan bekerja sebagai apa, menjadi apa, berapa gaji kita, pokoknya bekerja dan punya uang yang banyak.
Setelah dewasa menyelesaikan studi dan mendapatkan pekerjaan ternyata baru sadar. Sadar bahwa ternyata bekerja itu tidak semudah yang kita tahu. Bahwa uang itu tidak mudah untuk didapatkan. Mungkin kita sudah malu untuk minta uang lagi pada orang tua. Hai anak sekolah, Hai mahasiswa, tahukah kamu aku sangat iri pada kalian, aku iri melihat kalian bercanda tanpa beban. Kadang rasanya ku ingin pergi ke masa lalu. Menikmati masa kecil tanpa berburuk sangka dengan esok hari. Selalu positif thingking memandang hidup.
Jumat, 02 Agustus 2013
PENGGUNAAN TICKER TIMER DAN BUKU KENDALI DI DPPD
Ticker Timer
- IPT dan IPPT menurut kecamatan (geografis)
- Kartu surat masuk merah (kode surat)
- Kartu surat masuk putih (kode surat)
- Kartu kendali biru (tanggal surat)
- Lembar disposisi (tanggal penyelesaian)
- Lembar disposisi undangan (tanggal penyelesaian)
Buku
- Buku Agenda DPPD (per tahun)
- Kartu kendali undangan masuk
- Kartu kendali surat keluar
- Register undangan keluar
- Kartu kendali surat masuk
*
Penggunaan kartu kendali :
Surat Penting
*
Lembar Disposisi : Surat Biasa (sekretariat)
*
Lembar Diposisi dan Lembar Pengantar :
Undangan
Jumat, 19 Juli 2013
PROSEDUR MENGURUS SURAT PENTING MASUK
1.
Penerima Surat
Tugas
penerima surat adalah:
a. Menerima surat dari pos, memeriksa kebenaran alamatnya.
Surat yang salah alamat segera dikembalikan kepada pengirim.
b.
Memisah-misahkan surat berdasarkan alamat yang dituju
(unit pengolah/nama pejabat).
c.
Mengelompokkan surat terbuka dan surat tertutup.
d. Membuka surat dan memeriksa kelengkapannya (bila ada
lampirannya). Bila lampiran tidak lengkap, buat catatan seperlunya.
e.
Membubuhkan stempel tanggal dan waktu surat diterima, di
balik surat atau sampul surat untuk surat tertutup.
2.
Pencatat surat
Tugas
pencatat surat adalah:
a.
Mencatat surat penting pada kartu kendali. Jumlah kartu
kendali yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, sebanyak-banyaknya rangkap 3
dengan warna yang berbeda untuk memudahkan pengendalian.
Misalnya
:
§
Putih (lembar 1) untuk penerima/pencatat surat
§
Kuning (lembar II) untuk pengarah surat
§
Merah (lembar III) untuk penata arsip
b. Mengisi kolom kode, masalah/indeks serta pengolah pada
kartu kendali (dapat dikosongkan untuk kemudian diisi oleh pengarah).
c.
Meneruskan surat beserta 3 kartu kendali kepada pengarah
surat.
3.
Pengarah/pengendali surat
Pengarah
surat menentukan ke mana surat akan disampaikan. Surat yang disampai kepada
pimpinan tertinggi, adalah surat yang berisi masalah yang berkenaan dengan
kebijaksanaan dan hal lain yang menentukan oleh pimpinan. Surat yang berkenaan
dengan pekerjaan yang sifatnya rutin disampaikan langsung kepada pengolah.
Tugas
pengarah/pengendali surat adalah:
- Menerima surat penting beserta 3 lembar kartu kendali (dari pencatat surat)
- Memeriksa kebenaran pengisian kartu kendali, dan mengisi kolom.
- Surat beserta kartu kendali (kuning dan merah lembar II dan III) diteruskan ke unit pengolah.
- Kartu kendali putih (lembar 1) disimpan oleh pengarah dalam kotak kartu kendali sebagai alat pengendali surat.
#kartu
kendali (putih/lembar 1) setelah dikumpulkan selama 1 tahun, dijilid dan
fungsinya sebagai “buku agenda” dalam sistem lama.
4.
Unit Pengolah (unit kerja)
Pada
unit pengolah terdapat 3 pembagian, yaitu:
- Pimpinan unit pengolah.
- Tata usaha unit pengolah.
- Pengolah surat/pelaksana sesuai dengan disposisi pimpinan.
Tugas
unit pengolah adalah:
- Menerima surat beserta kartu kendali (kuning dan merah/lembar II dan III)
- Kartu kendali tersebut (2 lembar) diparaf. Kartu kendali kuning/lembar II dikembalikan ke penata surat (setelah dilihat parafnya oleh pengarah surat).
- Kartu kendali (merah/lembar III) disimpan untuk sementara oleh tata usaha unit pengolah, kemudian surat yang telah dilengkapi lembar disposisi rangkap 2 diserahkan kepada pimpinan unit pengolah untuk dimintakan disposisi dari pimpinan.
Tugas
pimpinan unit pengolah:
- Menulis disposisi/instruksi pada lembar disposisi yang telah disediakan oleh tata usaha unit pengolah.
- Mengembalikan surat dan kartu kendali serta lembar disposisi yang telah diisi disposisinya oleh pimpinan ke tata usaha.
- Petugas tata usaha menyampaikan surat dan lembar disposisi (lembar 1) pada pengolah/pelaksana untuk memproses surat sesuai dengan disposisi.
Tugas
pengolah/pelaksana adalah:
- Menerima surat, beserta lembar disposisi (lembar 1) yang telah ada disposisi pimpinan, dari tata usaha unit pengolah, kemudian memproses/melaksanakan tugasnya sesuai instruksi pimpinan yang terdapat pada lembar disposisi.
- Setelah selesai memproses surat tersebut, pengolah mengembalikan surat ke tata usaha unit pengolah.
- Surat disampaikan pada penata arsip untuk disimpan.
- Kartu kendali (merah/lembar ke 3) ditukar dengan kartu kendali (kuning/lembar 2 di penata surat), sebagai tanda bahwa surat telah selesai diproses dan telah dikembalikan pada penata arsip.
|
# kartu kendali disimpan pada kotak kartu
kendali
# lembar
disposisi disimpan pada kotak disposisi (sebagai alat kontrol), bila surat
telah selesai diproses oleh pengolah.
|
MANAJEMEN FILM/VIDEO
a.
Seleksi : memisahkan antara arsip film/video yang tidak
diolah
Yang tidak diolah : fisik, sound, dan image rusak
b.
Identifikasi pendataan fisik dan pendataan informasi
c.
Technical
handling: fisik
Intelectual handling : mendengarkan dan melihat melalui proyektor
d.
Hasil
yang diidentifikasi berupa data-data yang tertuang dalam kartu identifikasi
e.
Film/video
yang sudah diidentifikasi diberi nomor sementara di pojok kanan atas, menulis
inisial nama pengidentifikasi dan urut pengerjaan
Pengelompokkan dan penomoran (labeling)
a.
Jika
sudah diidentifikasi dikelompokkan berdasarkan skema pengaturan melalui manuver
kartu identifikasi
b.
Skema
pengaturan disusun berdasarkan jenisnya diikuti masing-masing yang terdiri atas: pokok masalah, sub masalah, dan
sub sub masalah. Contoh: klasifikasi.
c.
Manuver
kartu identifikasi merupakan proses pengurutan kartu identifikasi berdasar
skema. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memanggil tiap item skema secara urut
diikuti pengumpulan dan penataan kartu secara kronologis.
d.
Penomoran/pengkodean
FA :
Film
FV : Video
FC :
CD/DVD
FA/AF. AK.2/1
FA : Arsip
Film
AF : Arts
(pokok masalah)
AK:
Tari Kraton
2
:
Tari Bedoyo Ketawang
1 : Nomor
urut (pada item bedoyo ketawang)
Kamis, 18 Juli 2013
PROSEDUR KEARSIPAN
A.
PROSEDUR
PENCATATAN DAN PENDISTRIBUSIAN
1.
Prosedur Buku Agenda
Buku agenda
digunakan untuk sebagai alat bantu untuk mencari surat disimpan di file. Ada 3
jenis format buku agenda:
a.
Buku agenda tunggal :
yaitu buku agenda yang memuat daftar surat masuk sekaligus surat keluar dalam
suatu format.
b.
Buku agenda berpasangan :
yaitu buku agenda yang lembar kanan untuk surat masuk dan sebelah kiri untuk
surat keluar.
c.
Buku agenda kembar : yaitu dengan menyediakan 2 buku,
satu buku untuk surat masuk dan satu buku untuk surat keluar.
Apabila kita menggunakan buku agenda sebagai alat
pencatatan, maka kita memerlukan Lembar
Disposisi sebagai alat pengendalian dalam distribusi penyelesaian suatu
dokumen.
Rabu, 17 Juli 2013
RECORDS CONTINUUM MODEL
RCM (Records
Continuum Models), Kennedy Schauder adalah suatu model pengelolaan arsip dengan
pengendalian yang jelas sejak arsip tercipta sampai dapat diakses
publik/publikasikan.
Perspektif dalam
records continuum model adalah sebagai berikut.
a.
Current recordkeeping: memandang apa yang harus dilakukan
untuk menangkap (to capture) atau create arsip sehingga dapat ditemukan
kembali.
b. Regulatory recordkeeping: memandang bagaimana arsip
diawasi, distandarisasikan, dikontrol dan diawasi.
c. Historical recordkeeping: memelihara dan mengelola nilai
yang terkandung dalam arsip sepanjang waktu.
- Keberadaan arsip berdasarkan records continuum model pada tahap penciptaan mempunyai nilai guna primer dan nilai guna sekunder.
- RCM gabungan dari RM dan AM. Pada model RCM mengenal tahapan seperti pada life cycle namun hanya sebagai titik acuan.
Poros RCM:
- Poros identitas : aktor, unit kerja, organisasi, dan institusi.
Merupakan
identitas asal usul struktural serta otoritas dan tanggung jawab lembaga
pencipta arsip dan pengguna.
- Poros kebuktian (evidential): representaional trace, evidence, memori individu/organisasi, memori kolektif. Merupakan tanda kebuktian suatu aktivitas.
- Poros transactional (transaksi): Menjelaskan tentang act (aksi), aktivitas, tujuan dan fungsi.
- Poros recordkeeping : penyimpanan rekaman informasi terdiri dokumen, records, archive, dan archives.
Setiap poros terdiri atas 4 koordinat yang dapat
dihubungkan secara dimensional. Penjelasan gambar:
- Dimensi 1 create : Pelaku (aktor) mempunyai dokumen sebagai tanda atau berkas untuk melakukan suatu kegiatan.
- Dimensi 2 Capturing : Penciptaan dokumen oleh suatu unit yang mendukung kebuktian suatu aktivitas.
- Dimensi 3 organizing : Pengorganisasian recordkeeping untuk menyusun arsip statis yang berfungsi sebagai memori organisasi/individu.
- Dimensi 4 pluralise : menjelaskan arsip sebagai memori kolektif untuk tujuan sosial dalam suatu institusi.
PERSAMAAN RECORDS MANAGER, ARCHIEVE MANAGER, DAN RECORDS
CONTINUUM MODELS
§
Sama-sama mengelola arsip tekstual.
§
Terhadap siklus life cycle of records.
PERBEDAAN RECORDS MANAGER, ARCHIEVE MANAGER, DAN RECORDS
CONTINUUM MODELS
NO
|
RM
|
AM
|
RCM
|
1.
|
life cycle
of records:
§
creation
§
use dan maintenance
§
disposal
|
life cycle
of records:
§
akusisi
§
deskripsi
§
preservasi
§
konservasi
§
pelayanan informasi
§
penyedia layanan publik
|
gabungan
dari RM dan AM
|
2.
|
mengelola
arsip dinamis aktif dan inaktif
|
mengelola
arsip statis
|
mengelola
arsip secara integral (menyeluruh) tanpa memisahkan
|
3.
|
bisa
memiliki nilai sekunder bisa tidak
|
hanya
memiliki nilai sekunder
|
pada tahap
penciptaan mempunyai nilai guna primer dan sekunder
|
4.
|
mengelola
arsip tekstual dinamis aktif dan tekstual dinamis inaktif
|
mengelola
arsip tekstual statis
|
mengelola
arsip elektronik dan tekstual
|
5.
|
orang yang
ahli arsip dinamis disebut records manager
|
orang yang
ahli arsip statis adalah archivist
|
Ahli
90keduanya disebut arsiparis (Indonesia)
|
ARCHIEVE MANAGEMENT
Adalah operasional arsip statis yaitu melaksanakan
fungsi-fungsi manajemen arsip statis (archieve management/archives
administration)
Manajemen arsip statis meliputi:
1.
akusisi dan
records appraisal
2.
description
3.
preventive
conservation
4.
curative
conservation
5.
information
service (layanan informasi)
6.
sources
publications
Tujuannya adalah menata, merawat, dan memelihara
arsip-arsip statis untuk dapat ditemukan kembali dan memberikan layanan
informasi pada pengguna arsip.
1.
Akusisi
§
Adalah
upaya menambah dan mengembangkan koleksi khasanah arsip yang diterima melalui
donasi, transfer, pembelian, dan peminjaman.
§
Masih aktif
dilakukan
§
Bisa aktif
dan pasif. Aktif jika proses dan
prosedur penyusutan dari unit-unit kerja tidak berjalan sempurna. Pasif jika hanya terlibat dalam
evaluasi pada arsip yang diserahkan pada unit kerja.
§
Unsur yang
terpenting dalam akusisi adalah penilaian. Didasarkan pada nilai administrasi,
keuangan, hukum, evidential (bukti), dan informasi.
§
Proses
penilaian 2 tahap: tahap seleksi arsip dan penentuan penilaian arsip.
Tahap seleksi yaitu upaya
identifikasi jenis-jenis arsip dan media arsip.
Tahap penilaian arsip: nilai
evidential dan informasional
2.
Pengelolaan
arsip
§
Melakukan
inventarisasi arsip untuk membuat jalan masuk bagi temu balik.
§
Prinsip
inventarisasi:
1.
Asal usul (principle of provenance)
Dikelola berdasarkan lembaga penciptanya.
2.
Aturan Asli (principal of original order)
Tetap mempertahankan aturan pemberkasan pada saat dinamis.
Misal: sistem pemberkasan secara kronologis ketika
inaktif juga harus kronologis.
3.
Deskripsi
Dapat dilakukan untuk arsip
yang lengkap dan tertata. Jika lepas dan tidak utuh dilakukan per lembar.
4.
Preservasi
dan Konservasi
Tujuannya:
- Menyelamatkan arsip statis baik penyelamatan fisik maupun informasi.
- Upaya memperpanjang umur arsip.
- Restorasi
§
Preservasi
a.
Membersihkan
debu secara periodik.
b.
Fumigasi (pengasapan
tujuannya untuk mencegah, mengobati, dan melestarikan bahan arsip).
c.
Deadifikasi
kertas (menetralkan kertas dari asam [bahan penahan/buffer]).
§
Konservasi
a.
Tambal
menyambung bahan arsip
b.
Laminasi
c.
Enkapulasi
(bahan pelindung)
d.
Alih media
5.
Layanan
Layanan, penggunaan, tujuan
akhir dari program informasional pengelolaan arsip statis. layanan pengguna:
informasi, publikasi naskah sumber, dan program pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)